by

3 Tahun Mabuk Pilpres Tak Sembuh

Oleh : Harun Iskandar

Saya ikut grup WA teman kuliah, sekali lagi, teman kuliah. Anggotanya tentu sudah ‘setua’ saya juga. Minimal Sarjana Teknik. Insinyur, jaman saya dulu, bukan ST, Sarjana Teknik. Malah ndak sedikit yang Master, baik MSc atau M Eng. Ada juga doktor enggineering. Beberapa, tentu saja ada yang bergelar Profesor, karena masih aktif mengajar.

Salah satu teman saya, yang minimal Insinyur, kemaren sore kirim ‘berita’ dalam grup WA. Katanya bendungan Sindang Heula jebol, dan sebabkan banjir besar di Serang sekarang ini. Sampai ‘meteran’ tingginya. Bendungan ini baru, Maret 2021, diresmikan oleh Jokowi. Saya pun mbales, dalam WA grup itu juga. Saya sebutkan bahwa, bendungan ndak jebol. Tapi sungai Cibanten yang lewati kota Serang meluap. Sungai yang sudah ada rencana dinormalisasikan, bukan dinaturalisasi, tapi ndak jalan2. Sungai menyempit, di kedua sisi banyak bangunan. Kedalamannya pun rendah, dangkal, karena sedimentasi. Ada hujan besar, sungai ndak nampung. Akhirnya luber. Ke rumah dan kampung . . .

Teman yang kirim ‘berita’ tadi, saya catat sejak Pemilu lalu, suka kirim yang begitu2. Seorang ‘engineer’ tapi ndak suka tabayyun. Cek and ricek. Padahal untuk jadi sarjana perlu kemampuan itu. Kecuali dulu suka nyontek, Skripsi dan Tugas Akhir ‘tembakan’ . . . Yang parah, selain kirim hoax bahkan buat, dia sering kirim tulisan isi ‘ayat’ dan ‘hadis’. Petitah petitih. Ajakan sembahyang, dan lain-lain. Kayak orang ‘beneran’ gitu. Tapi ndak heran. Kaum ‘itha-ithu’ sukanya memang begitu. Munafik. Dan suka jualan ‘ayat’, dan ‘mayat’ . . .

Nanti setelah diberi penjelasan yang shahih, klarifikasi, biasanya diam. Ndak komen. Namun hoax yang ditulis dan disebarkan sendiri, yang meski terbukti ndak bener, dalam ingatannya terus dicatat. Yang diingat, bendungan Sindang Heula jebol. Tambah narasi, pembangunannya penuh aura korupsi . . .

Ingat ndak peristiwa batal Haji tahun lalu. Disebar berita batal karena duitnya dipakai infrastruktur. Lalu terbukti duitnya ada, dan batal karena dilarang oleh Kerajaan Saudi. Tapi komen pedas dan gila sudah terlanjur meluncur. Dan ndak pernah ditarik atau dihapus, meski terbukti ndak benar. Namun demikian, ingatan ‘mereka’ tetap berisi, Jokowi nyolong duit haji . . .

Ibukota baru dibangun oleh China. Ada hoax begitu. Rame. Jokowi menjual negara, dan lain-lain.Lalu terbukti bukan China yang bangun. Tapi dalam otak dan pikiran kaum ‘itha-ithu’, laskar negeri Api, tetap saja terekam, Ibukota dibangun China, Jokowi menjual negara . . . Isu ‘buatan sendiri’ yang baru, adalah Jokowi ingin 3 periode, atau Pilpres ditunda . . .

Terus begitu. Bohong yang di-ulang2 memang bisa seakan jadi kenyataan. ‘Halu’. Dalam hal ini ‘halu sarngi’ . . . Pinter ndak pinter, bodo ndak bodo, bisa baca atau buta huruf, asal jadi anggota kaum ‘itha-ithu’, mesti kayak begitu. Kayak begitu artinya, otak dan kelaminnya ‘berkelas’ sama. Persis. Identik. Gampang terpengaruh, mudah terangsang. ‘Thir-Cêng’, kata tepatnya. Kênthir dan suka sekali Ngacêng. Tapi karena ‘otak’nya kosong, dan bodo, ‘kelamin’nya kurang gizi, mereka butuh obat kuat. Kalau di Jakarta namanya ‘Pil Biru’. Toko obat pinggir jalan yang menjual, namanya kalau ndak A Hong, Koh Ahon, atau sejenisnya.

Karena ‘grusa-grusu’, seperti biasa, ndak bisa bedakan pil ‘asli’ atau yang ‘palsu’. Pokok murah dan murahan dibeli. Diminum pun tanpa petunjuk dokter . . . Akibatnya ya begitu. Setelah minum ‘pil’ bukan jadi pinter, cerdas, jadi suka cek and ricek, ndak. Tapi cuma mampu mengingat bahwa Jokowi raja hutang, plonga-plongo, Antek Aseng, Bapaknya Cina dan PKI, Benci Ulama, makan duit Haji . . . Ingatannya panjang, penuh ‘halu’ dendam. Kelaminnya panjang, juga gampang terangsang. Selalu cari ‘sasaran’ selangkangan.

Dari Pemilu ke Pemilu. Pilpres ke Pilpres. Tahun 2019, 2024, 2029, 2034, 2039, 2044 . . . Sampek matek. Orang, Islam, yang hendak wafat, pengennya baca Takbir atau ‘La ilaha illallah’. Tapi mereka yang terbaca, reflek, ‘Jokowi ngacêng, Jokowi ngacêng’ . . . Masih saja disempatkan, oleh Allah, untuk bikin dan sebar ‘halu sarngi’. Amin . . .Selamat Jumatan . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed