korupsi

"Tamparan Pedas" Iyyas Subiakto Pada Amien Rais

Ilustrasi

Saya pernah menerawang, bapak dan Pak Jokowi dua pendekar dari Solo yang telah mengguncang Indonesia dengan kiprah politik nan cantik, sayang bapak begitu syirik kepada Pak Jokowi, nazar jalan kaki dari Solo ke Monas yang tidak bapak lakukan, menjadi hempasan moral pertama buat bapak, karena kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat yang berdaulat bukan dibuat-buat, begitu bapak salah hitung We and You is End.

Maling Syar'i

 

“Itu ikhwan Ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yang agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yang mahad Jambi.”

Wahai ukhti, betapa indahnya bahasa mereka. Yang sedang berkomunikasi adalah Yudi Widiana Adia, politisi dan anggota DPR dari PKS. Lawan bicaranya adalah Muhammad Kurniawan, anggota DPRD Bekasi, juga dari PKS. Partai Islam yang akan membawa mereka ke surga nantinya.

Di Bawah Bayang-Bayang Ahok

Ilustrasi

Belum lagi pengamatan kritis dari para pendukung Ahok. Apapun yang dilakukan Anies pasti discrutinized habis2an. Sangkaan korupsi akan menghantui setiap geraknya. Berbagai macam tuduhan siap menerkam dalam setiap pengambilan keputusannya. Bila sampai ada standard yang menurun dari masa2 Ahok, siap2lah mendapat bullyan bertubi2. Bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya hoax untuk mendiskreditkan pencapaian Anies.

Intimidasi Korupsi E-KTP

menerima uang korupsi dari e-KTP. Tekanan yang didapat Miryam begitu kuatnya sampai ia akhirnya lebih memilih mencabut BAP pada waktu menjadi saksi di pengadilan.

Bukan itu saja, Miryam bahkan bersaksi bahwa ia diperlakukan kasar oleh penyidik KPK, salah satunya Novel Baswedan. Pengakuan Miryam ini mengherankan hakim karena Miryam sudah menanda-tangani BAP yang berarti dia secara sadar memberikan pengakuan di depan penyidik.

Mendem Agomo

Baru saja Ahmad Musadeq pimpinan Gafatar dihukum 5 tahun penjara dengan tuduhan nabi palsu. Entah gimana caranya pengadilan bisa membuktikan kalau dia itu nabi asli atau nabi palsu, pasalnya penodaan agama

Sementara terhadap para koruptor kita permisif, banyak koruptor yang tetep disambut puja selepas dari penjara yang biasanya hanya kenak satu atau dua tahun. Bahkan anak Atut dinasti Banten tetep bisa memenangkan Pilkada.

Jangan Ajari Rakyat Mengubah Takdirnya

Jangan mikirin uang Rp 12 triliun APBD DKI yang diselamatkan Ahok dari proyek siluman. Sebab menyelamatkan uang rakyat bukan bagian dari ibadah. Sebab menjaga amanah tidak dihitung sebagai kebaikan.

Jangan berfikir tentang rakyat yang berbondong-bondong mendatangi Balai Kota untuk mengadukan masalahnya kepada Gubernur.

Sebelum Nasi Menjadi Lontong

Saya tahu, peribahasa ini awalnya diperkenalkan oleh tukang lontong sayur. Ini semata-mata karena persaingan bisnis. Setidaknya dia ingin menggambarkan proses pembuatan lontong sayur lebih butuh mekanieme manajemen, taktik dan skill dibanding membuat bubur ayam. Mereka berkampanye : untuk mencipta bubur ayam, orang yang tidak sengaja juga bisa.

Pages