DPR
Akhir Tugas dan Adab Brengsek DPR Kita
Nggak Penting Koalisi Apa Oposisi
Sebongkah Hati Emas Dibalik Wajah Garang
"Dari sisi hukum, kepolisian sudah melakukan penindakan yang benar sesuai prosedur, itu sudah tepat. Namun sebagai manusia, terlebih lagi ini sudah mendekati lebaran dan para pelaku sendiri sudah meminta maaf serta menyesali perbuatannya, maka saya juga harus bisa memaafkan," ujar Adian.
"Saya minta agar keduanya bisa kembali ke keluarga masing-masing," imbuhnya.
Komisioner KPU Tidak Independen?
Dari 7 komisioner tersebut, 5 orang diantaranya diusulkan oleh Fraksi Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat. Artinya apa? Kalau pun KPU akan berpihak maka mestinya berpihak ke 02 dong! 5 lawan 2 gitu loh! Tapi apa KPU berpihak? Tidak! Kontrol rakyat terlalu kuat untuk dicurangi dan sejauh ini KPU lurus on the track.
Yang Pilih KPU Siapa Wahai BPN?
Pimpinan DPR RI periode 2014-2019 dijabat oleh paket pimpinan yang diusung oleh Koalisi Merah Putih yaitu Setya Novanto (Golkar) sebagai ketua, dan empat orang wakil ketua yaitu Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Taufik Kurniawan (PAN), dan Fahri Hamzah, (PKS).
Siapa mereka? Mereka semua masuk koalisi 02.
Dukung PSI Lolos Parliamentary Treshold
Menakar Moral DPR
Wakil Rakyat Cukup 2 Periode
Ketiga, Partai Politik menjadi beban bagi Demokrasi dan Negara. Demokrasi memang mensyaratkan keberadaan Partai Politik. Namun apa lacur kalau Partai Politik minim kontribusi dan bahkan cenderung menjadi beban ? Bagaimana tidak menjadi beban apabila para elit yang bercokol sekaligus di struktur partai maupun lembaga wakil rakyat hanya memikirkan bagaimana berkuasa selama mungkin sehingga segala akses ke sumber daya dan sumber dana diarahkan untuk mencapai tujuan itu.
Arah Baru Politik Indonesia
Kedua, Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi. Cukup dipilih dari perwakilan kota/kab, masing-masing 1 orang. Prosesnya juga sama dengan DPRD Kab/kota. Pemilihannya ditingkat Kelurahan/Desa yang diwakili oleh ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Jadi untuk memilih 1 orang wakil DPRD Provinsi hanya melibatkan 100-an warga. Kedepan, untuk memilih Gubernur cukup dipilih oleh DPRD Provinsi.










