humaniora
Habib Kwitang: Jangan Hina Gus Dur, Seluruh Wali di Bumi Kenal Gus Dur
Tanpa Sekolah, Cita-Citaku Adalah Menjadi Bupati
Nah..
Hingga di suatu ketika..
Ada anggota dewan yg jg seorang dokter, mengikuti diriku berkeliling mengajar ke pulau2..
Dan bapak anggota dewan ini -suatu saat akan muncul dlm tulisan yg laen-
Mengajak seorang Laki2 usia sekitar 40an ikut dlm rombongan kami....
Laki2 ini ternyata adalah ketua ikatan masyarakat pulau...
Oke..
Tulisan ini sebenarnya akan membahas si bapak ketua ikatan masy. Pulau ini..
Din Syamsuddin, HTI dan Khilafah yang Ia Bilang Seperti Vatikan
Yang kedua, kalau mengandaikan khilafah seperti kepemimpinan universal Paus, maka sudah ada pengakuan dari Din Syamsudin, bahwa HTI memang ingin membentuk kepemimpinan terpusat didunia. Maka hal ini harus dilihat, yang berperan di situ bukan lagi HTI, tetapi sudah menjadi wilayah HT, induk dari organisasi itu. Kalau itu hanya agenba HTI, membentuk khilafah di bantul, di Sleman, atau di Kulonprogo aja sudah ngoso-ngosan.
Curahan Pegawai Kementan Soal Kasus Beras PT IBU, Kementan Pastikan Kedaulatan Pangan diatas Segalanya
Mencurahkan segala sumber daya, man, money, methode, machine, material, market dan segalanya utk swasembada. Kita tidak lg money follow function, tapi money follow program di setiap aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Di setiap pekerjaan, dituntut apa outcomenya utk masyarakat. Reward dan punishment pun jg kita terima.
Keyakinan Plintat-Plintut
Kisah Lukman Harun Melawan Amin Rais
Aktivis Ganyang PKI
Lukman Harun adalah salah satu tokoh Muhammadiyah paling berpengaruh, kakak angkatan Amien Rais, Din Syamsuddin, juga Syafii Maarif. Ia pengibar panji-panji organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan itu di dunia internasional. Din Syamsuddin bahkan menjulukinya sebagai Menteri Luar Negeri-nya Muhammadiyah.
Jangan Tonton Acara Keagamaan di Televisi
Cak Nun, Kiai Leles dan Kiai Nggathilut
Mbah Sungeb memilih mendatangi orang-orang yang tak akan mau mendatangi ataupun mendengarkan kyai mana pun dan kyai mana pun akan merasa tak pantas mendatangi mereka karena kehinaan maqom mereka. Orang-orang yang tersingkir dari terangnya sinar lampu-lampu, dari leganya jalan lapang, dari harumnya taman-taman.










