wayang

Jokowi Itu Petruk Is New Hope

Ilustrasi

Tapi, begitu ia mendapat mandat, eng ing eng, semua dihajarnya. Para ndoro yang dulu main perintah, sekarang diperintahnya... Kemapanan para ndoro diobrak-abriknya, dijungkirbalikkannya. Tindakan Petruk yang mengobrak-abrik kemapanan para mafia ini membuat resah raja-raja pem-backing-nya. Sampai-sampai Junggring Saloka pun terimbas. Kawah Candradimuka mendidih perlambang adanya “ontran-ontran” yang membahayakan kekuasaan para dewa.

Menyelami Makna Filosofis Tokoh Pewayangan Jawa, Punokawan

Ilustrasi

Dalam suatu cerita, saat pembangunan candi Sapta Arga, kerajaan ditinggalkan dalam keadaan kosong. Kemudian jimat Kalimasada milik pandawa pun hilang. Jimat itu dicuri oleh Mustakaweni. Mengetahui hal itu, Bambang Irawan – anak Arjuna – bersama Petruk berusaha merebut jimat tersebut. Akhirnya jimat itu berhasil direbut oleh Bambang Irawan dan dititipkan kepada Petruk. Namun sayangnya Petruk menghilangkan jimat tersebut. Untungnya jimat itu dapat ditemukan kembali, kemudian ia meminta maaf pada Pandawa.

Topeng Monyet

Pertunjukan ini sudah dilarang namun rupanya sang majikan tahu punya peluang karena Jakarta akan punya komandan baru yang lemah lembut dan tidak galak.

Sang majikan kini senang bisa kembali dapat uang dengan menyiksa binatang seraya berharap tidak ada lagi yang menghalang.

Sang majikan bisa jadi tersenyum dan tertawa bengis karena mungkin membayangkan bahwa sang monyet bukan satu-satunya makhluk yang diperlakukan kejam.

"Wayang Itu Haram!" Haram Lambemu...

Pemerintah Turki Usmani dulu menggunakan seni pertunjukkan wayang di seluruh kekuasaan Ottoman termasuk Arab, Timur Tengah dan Yunani. Para elit Muslim rezim Turki Usmani menggunakan wayang sebagai medium untuk mengsosialisasikan program-program pemerintah maupun alat komunikasi dan berinteraksi dengan warga, selain sebagai "hiburan rakyat" tentunya. "Karagoz" melambangkan "kelas bawah"("wong cilik") sementara "hacivat" menggambarkan "kelas atas" dan "golongan terdidik" ("wong gede").

Pages