Wafat

Selamat Jalan Pak Sutopo, Pahlawan Kita

ilustrasi

"Selamat jalan wahai pahlawan kebencanaan. Payung-payung surgawi akan membuatmu teduh tanpa rasa sakit lagi, dan kelak akan ada penerus perjuangan untuk keakuratan berita serta perlawanan terhadap hoax"

Indonesia akan selalu mengenang semua jasa dan perjuanganmu. Semoga amal baikmu selama di dunia, diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Isu KPPS Diracun Itu Kejam

ilustrasi

Silakan buat daftar kematian anggota KPPS dan anda jadikan para KPPS di TPS-TPS yang anggotanya wafat sebagai bentuk populasi. Anda pilih secara acak TPS-TPS tersebut dan apakah ada satu TPS yang tiga anggota KPPS-nya wafat atau satu wafat dan dua terbaring sakit dan diduga diracun. Jika ada dua terbaring sakit, silakan biayai mereka yang sakit sekaligus untuk mencari informasi apakah mereka menampakkan tanda-tanda racun.

Benarkah Petugas KPPS Meninggal Kelelahan?

ilustrasi

Ada tiga “pintu” kematian, yaitu otak, jantung dan paru. Bila otak tidak cukup mendapat oksigen oleh berbagai sebab, misalnya penyumbatan pembuluh darah, maka terjadi kematian sel-sel otak. Tetapi pasien tidak langsung mati. Ada mekanisme kompensasi untuk mempertahankan kehidupan sel-sel yang lain. Bahkan kematian Batang Otak disebut kematian secara medis, butuh waktu beberapa jam untuk kemudian terjadi kematian biologis, setelah jantung dan paru berhenti berfungsi,” tuturnya.

Korban Massal Pemilu 2019

ilustrasi

Kemarin ini saya diajak ngobrol sekjen MDMC, Mas Arif Nur Kholis. Seharusnya kejadian ini juga tidak disebut atau tidak menjadi MCI, wong sebenarnya petugas medis itu ada. Puskesmas itu kan ada di setiap kecamatan. Public Service Center (PSC119) alias petugas medis pra-rumah sakit milik dinkes sudah beberapa beoperasi. Kalau kurang, rumah sakit swasta juga banyak yang bisa diperbantukan. Masalahnya memang tidak ada pengerahan dan dibuat sistem pencegahan, pengawasan serta rujukan.

Guru Wafat Ditangan Siswa, Sekolah atau Pendidikan?

Ilustrasi

-- Dehumanisasi pendidikan Indonesia bermula pada saat pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara dijadikan fosil, hanya didengung-dengungkan mottonya, foto beliau hanya menjadi penghias uang Rp 20.000 dan pajangan dinding kelas, tapi gagasan-gagasannya mengenai peran guru dan siswa tidak pernah dipraktekkan dalam kenyataan. Padahal ijtihad beliau dalam mengupayakan pendidikan yang khas dengan karakter (anak) Indonesia sangat bagus.

Pages