ustad
Sebutan "Ustad", Lain Di Sana Lain Di Sini
Penceramah juga jarang yang dipanggil "ustad", kecuali Ustad Zainuddin MZ atau Ustad Kosim Nurseha, dua di antara dai populer di zaman old yang saya suka ceramah-ceramahnya. Sepertinya sebutan "ustad" ini bermula di kelompok Islam kota, khususnya Kota Jakardah. Sebutan ini kini semakin populer siiring dengan pengaruh Arabisasi di Indonesia.
Musafir Bernama Rina, Islam Bukan Berhala, Islam adalah Jalan
Ustadz, sungguh saya merasa menjalani Islam yang hangat. Islam yang membuka ruang luas untuk reflektif, untuk bertanya bahkan pertanyaan-pertanyaan paling berani sekalipun, paling mengganggu. Apakah Tuhan itu benar ada? Apakah surga itu seperti konsep yang umum diceritakan: semacam hadiah permen untuk yang berbuat baik di dunia? Atau ada makna lain dari surga? Pencarian-pencarian ini masih menuntun saya memakai jilbab*), sholat mengaji dst, tapi saya tak hendak menilai apapun bentuk pencarian musafir lain.
Ustad, Dai dan Mubalig
Sebagian Pimpinan MUI Tidak Layak Di Sebut Ulama
Oleh : Alif Kholifah
Ulama’ di Negara Indonesia difahami menjadi sosok panutan bagi umat, khususnya umat Islam. Namun kini banyak umat muslim kebingungan dengan orang-orang yang disebut Ulama’ atau mengaku-aku Ulama’ namun tingkahnya justru bertolak belakang dengan keulamaan seseorang. Lihat saja dalam demonstrasi FPI pada hari Jum’at (14/10) lalu.
Ustad-Ustad Sinetron
Oleh: Denny Siregar
Mungkin baru di Indonesia, ustad bahkan ulama dijadikan sebuah profesi, sebuah peluang bukan pemegang amanat..
Mudah sekali menjadi ustad di Indonesia. Hafal beberapa ayat Alquran dan hadis, bisa sedikit bahasa arab dan melagukannya, tambah bisa melucu - kalau perlu - tampang harus disayang kamera dan - taraaaaaa - jadilah ustad atau ustadzah.
Bisnis 'Agama' Sang Ustad
Oleh : Zen Zulkarnaen
Sudah sejak dulu saya nganggep yang dilakukan Ucup Mangsur itu tak lebih dari bisnis agama, komodifikasi sedekah
Banyak status dan tulisanku mengenai Ucup Mangsur ini, yang biasanya saya dianggap benci Islam oleh pengikut Ucup Mangsur
Pendapat saya ini ya hasil dari mbaca bukunya, ngikuti twitternya (dulu) serta sepak terjangnya seperti mbawa cash cukup besar dari Malaysia hingga berurusan dengan pihak Bandara, jugak permasalahan dengan OJK tentang penarikan dana masyarakat untuk bisnis sedekahnya






