toleransi beragama

Toa dan Toleransi Yang Makin Terkikis

Kembali ke perdebatan soal perlu tidaknya toa. Keberadaan toa di mushola/masjid saya rasa tidak untuk diperdebatkan, karena kesannya menyalahkan toa. Padahal toa hanya sekedar atribut, alat bantu bagi muslim untuk mengingatkan sholat jamaah di masjid/mushola. Toh selama ini (sebelum paham radikal bak cendawang di musim hujan) tidak ada masalah.

Bagaimana Hukum Menganggu Orang Lain dengan Pengeras Suara Masjid?

Sebenarnya tadarus atau pemutaran kaset pengajian dengan pengeras suara masjid atau mushalla untuk sejumlah keperluan tersebut boleh saja. Tetapi pemutaran kaset itu atau tadarus Al-Quran dengan durasi panjang misalnya lebih dari satu jam juga tidak baik karena dapat mengganggu orang yang memerlukan kondisi tenang. Pemutaran kaset terlalu lama hanya membuat bising atau polusi suara hingga menggangu aktivitas sebagian masyarakat.

Memenjarakan Pengkritik Islam, Ajaran Darimana Itu?

Suatu hari, ada sekelompok Yahudi mendatangi Nabi SAW. Saat itu Aisyah kebetulan sedang berada di rumah menemani beliau. Para Yahudi itu berkata kepada Nabi SAW, “al-saam ‘alaik,”--“Mampuslah kau, wahai Muhammad.” Kurang lebih begitu terjemahannya. Mendengar sumpah serapah ini, Aisyah sebagai istri Nabi tentu geram dan membalas ujaran mereka dengan setimpal. Asiyah membalasnya, “Al-saam ‘alaikum, wa la’anakumullah wa ghadhiba ‘alaikum.” “Celaka kalian, umat Yahudi.

Kenapa Orang Bisa Intoleran?

Jutaan tahun hidup seperti ini tak pelak membuat manusia menumbuhkan mekanisme psikologis semacam konformitas (lebih baik nurut lah daripada dimakan harimau), kesedihan atau bahkan kepedihan tiada tara ketika kita merasa sendiri dan terkucilkan dari lingkungan sosial, serta kecenderungan tak sadar untuk selalu mengikuti arahan kelompok yang menjadi identitas sosial kita.

Pages