terompet

Tasyabuh, Meniru Suatu Kaum

Ilustrasi

Begitu pun trompet, musik, patung, foto, lukisan, dll dilarang. Katanya karena tradisi yahudi dan kaum kafir. Lupa atau tidak tahu, bahwa kubah masjid itu mulanya tradisi arsitektur gereja Aya Sophia, baju koko itu dari Tionghoa, sarung aslinya India. Kuda dan unta kini jadi Rubicon dan Boeing, buatan siapa? Vaksin dilarang, karena purbasangka. Statemen ilmiah dokter tak dipercaya, sampai diftheri menyebar sangat bahaya.

Sentimen Agama dan Pembunuhan Nalar

Ilustrasi

Contohnya adalah teks viral ini. Begitu orang membaca judul "Kyiai dan Pendeta", maka sentimen Islam Kristen langsung on. Nalar pun auto-switch off. Sudah, Anda tidak perlu pakai nalar untuk membaca pesannya. Di akhir teks, Anda setuju. Bahkan, lebih dari itu, Anda ikut menyebarkannya, mungkin. Anda merasa dengan begitu Anda sudah menjadi Muslim yang saleh dan ikut menyelamatkan umat dari pesta sesat tahun baru.

Pak Munir dan Terompetnya

 

Oleh: Denny Siregar

Malam mendekati tahun baru ini hujan deras sekali. Pak munir tertunduk sedih. Yang pasti dagangan terompet tahun barunya tidak akan laku. Ia membeli semuanya dengan uang terakhir yang dimilikinya. Ia berani mempertaruhkan semua uangnya, karena ia berharap pada momen ini. Momen yang akan membawa keuntungan baginya.

Pages