Padahal bacaan Al Quran sudah beku. Sudah ada pakemnya. Jika sekedar tidak fasih karena faktor dialek etnis, akan sangat dimaklumi.
Namun, menurutku, kategori beliau ini adalah orang yang "belum bisa" baca Al Quran. Mengerikan sekali, bukan? Tapi kok ya sudah berani membawakannya di hadapan publik.
Untuk apa sampean mencela orang yang tak pandai berzikir selepas shalat? Kalau sampean paham makna “Subhanallah” tak akan sampean mrs plg suci; kalau paham “Alhamdulillah” tak akan sampean menjilat atasan, kalau paham “Allahu Akbar” tak akan sampean membesarkan diri mrs pulang benar.
Kyai Affan sendiri menegaskan bahwa akan ada lebih banyak manfaat jika kita memperhatikan hal yang prinsip dulu. Sebagai contoh, ketika kita memilih memperbaiki bacaan Alquran kita sebelum ribut soal bidahnya qunut atau basmalah pada awal salat. Ini lebih bernilai ibadah.
Copyright © 2019,
