Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti

ilustrasi

7. Tidak hanya memberi bantuan logistik pasca tsunami. Susi benar2 berperan besar dalam memulihkan kehidupan masyarakat Simeulue. Susi membangun tenda di pasir pantai agar nelayan berani kembali ke kampungnya lagi. Awalnya warga masih takut dan mereka dituduh gila. Susi terus berupaya mendampingi nelayan setempat agar kembali berani melaut. Saat itu nelayan di sana masih trauma, alat2 penangkap ikan pun hancur semua. 

Tujuh Srikandi Pilihan 2019 - 2024

ilustrasi

Mari kita berkaca juga dari negara lain. Pertama Syed Saddiq menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, di usia 22 tahun. Lalu Simon Harris dipercaya untuk menjadi Menteri Kesehatan di Irlandia di usia 28 tahun. Sebastian Kurz menjadi Menteri Urusan Luar Negeri di Austria di usia 27 tahun. Atau Shamma Al Mazrui yang menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda UEA di usia 22 tahun.

Perempuan Pendobrak

Ilustrasi

Hari ini menemukan foto menarik yang mengingatkan esensi dari Kartini ataupun figur perempuan-perempuan diatas. Tiga perempuan di panggung nasional ini seakan mencerminkan satu grup karakter perempuan yang unik: tegar, mandiri, gak klemak klemek dan berani menentang arus mainstream. Saya ingin mengkontraskannya dengan satu group lain warisan orde Baru: group ‘ibu’. State ibuism, demikian sebuah analisa menggambarkan mereka.

Revolusi Susi dan Susu Prabowo

Ilustrasi

Padahal, sampai tahun 1985 pemerintah Indonesia mewajibkan industri pengolahan susu menyerap produksi peternak sapi perah lokal. Kewajiban inilah yang membuat bisnis persusuan di Indonesia kala itu bergairah. Bahkan, sampai era 1990-an, produksi peternak sapi lokal mampu memenuhi hingga 50% kebutuhan susu nasional.

Penghargaan Maritim Tertinggi Dunia untuk Bu Susi

Susi juga melarang penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela dan pukat tarik, dan beberapa kebijakan lain. Selama 3 tahun terakhir, kebijakan dimaksud membuahkan hasil. Cadangan ikan yang kini bisa ditangkap meningkat pesat dari 6,5 juta ton pada tahun 2014 kini menjadi 9,9 juta ton.

Antara Susi, Sri Mulyani & Archandra

Oleh: Guntur Wahyu Nugroho
 

Susi Pudjiastuti, Sri Mulyani dan Archandra Tahar sudah sangat berkelimpahan secara materi. Pendapatan mereka milyaran rupiah. Tidak ada kendala bagi mereka untuk keliling dunia dengan keluarga dan bersenang-senang. Mereka profesional dan teruji dibidangnya masing-masing.

Lalu, apa yang membuat mereka mau melepaskan gaji milyaran, keluar dari zona nyamannya dan "memilih" menjadi pembantu presiden yang menempatkan diri mereka tepat jadi sasaran publik dan dipusaran kepentingan elit politik dan kekuasaan?

Pages