survei kompas
Ketika Ruh Media Mendua
Rahasia Kalah-Menang Lawan Jokowi
Tentu bukan hal salah, karena demikianlah perubahan. Dipengaruhi persoalan-persoalan periferalnya. Apalagi ketika persoalannya hanya ‘kubu sebelah bukan hanya tak mau diwawancarai, melainkan juga tidak mau pasang iklan’. Pertimbangan terakhir itu, saya kira yang membuat kelompok Ninuk membungkus bahwa media harus independen, seimbang, bla-bla-bla.
Gimana Menangin Jokowi
Bukan sih, beda kasus dan eskalasi, meski situasi Pilpres ini diupayakan mirip oleh para penggiat dan pejuang nomor 02. Apalagi dalam kasus Pilkada DKI Jakarta 2017, tak sedikit pendukung Ahok yang tak datang ke TPS (baik karena takut ancaman, meyakini Ahok pasti menang, atau karena memang hanya jagoan kandang bekoar di medsos). Meski dalam Pilpres 2019 ini, militansi pendukung Jokowi-Ma'ruf juga bisa jadi equivalen alias sami mawon.
Citra Jokowi Meningkat Dratis, Berdasarkan Survei Kompas
REDAKSIINDONESIA- Kemampuan mengartikulasikan program-program populis mampu membuat citra Presiden Joko Widodo maupun pemerintahan meningkat.
Tak heran jika kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo tetap tinggi di tengah menurunnya pandangan terhadap kinerja pemerintahan.
Hal itu terlihat dalam survei Kompas seperti dikutip Harian Kompas, Senin (15/2/2016).
Sejak periode pertama survei evaluasi Kinerja Pemerintahan pada Januari 2015 hingga periode kelima pada Januari 2016, citra Presiden Jokowi terbilang tinggi.






