sunardian wirodono
Keturunan China, Majapahit dan Arab
Apalagi Brawijaya V, konon punya isteri seratusan lebih. Ketika Majapahit runtuh, anak-turunnya kedharang-dharang, (tapi) hingga bisa menurunkan Sultan Demak, Adipati Pati, Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Mangir, Senopati, dst. Mangkanya kini ada yang suka kampanye poligami. Biar cepet banyak anak, untuk dijadikan follower ataupun buzzer. Kalau ada tudingan buzzer rupiah, kini ada pula buzzer sorga.
KPK Baru: Kader Penggiat Kadrun
Dalam melihat permainan politik di Indonesia, kita musti hati-hati. Kenapa jaksa penuntut umum hanya menuntut penyiram NB satu tahun? Nasihat Einstein, kasih imajinasi dikit saja pada logika kita. Gimana kalau tuntutan ringan itu disengaja, untuk membangun jembatan, agar NB bisa dipakai sebagai alat mendelegitimasi Jokowi?
Doktrin Tom & Jerry
Kebiasaan Baru yang Lama
Mungkin banyak juga yang ngerti, kita hidup di dunia ini bersama bakteri, jamur, virus, dan entah apalagi jasad renik yang terlihat dan tidak. Ada yang bermanfaat, ada yang bagai kadrun. Dulu ada penyakit ini-itu, karena belum tahu cara mengatasi, ada yang dipasung, dikarantina, atau dikucilkan. Kita bisa baca bagaimana wabah pes, sampar, lepra. Akhirnya bisa diatasi juga.
New Normal dan Daya Adaptasi Kita
Ngaku Keturunan Nganu
Itu sebabnya, keturunan Arab di Indonesia yang tak punya garis sayid atau pun habib, bangkit melawan diskriminasi. Mereka mendirikan Persatoean Arab Indonesia (kemudian berubah partai politik, 1934). Penggagasnya Abdurrahman Baswedan (kakek Anies Rasyid Baswedan, tapi sang cucu beda selera). Baswedan, bukan nama kasta ningrat di Arab.
Soeharto Turun, Soeharto Naik
Bagaimana membaca itu semua? Ada dua pihak yang patut ditanya. Pertama, pelaku yang dulu tesisnya hanyalah Soeharto turun. Setelah Soeharto turun, apakah yang menurunkan naik, atau ikutan turun? Jawaban Adrian Napitupulu dan Amien Rais, pasti beda. Apalagi AHY dan Hanafi Rais. Wong Hanafi Rais dan Mumtaz Rais pun beda.
BPJS dan Kapan Jokowi Jatuh
Pada waktu itu, saya mengetahui persis, rumah-rumah sakit di DIY membludag pasien, untuk pemegang BPJS kelas III. RS Sardjito Yogyakarta, seperti kapal pecah. Bukan hanya dikamar-kamar, tapi di banyak pasien ditempatkan di lorong atau luar zaal. Banyak RS kehabisan kamar untuk rawat inap. Rakyat tidak dilarang sakit lagi.
Jejaring Sosial Lingkungan Terdekat
Melalui WAG-RT, Pak RT menulis pengandaian; Jika semua warga dipangkas duit simpenannya 2,5% terus dikumpulin di satu titik, kemudian dibagi rata pada masyarakat di RT dengan aturan (1) Keluarga pantas bantu tetap tiap hari selama pandemi, (2) Pantas bantu tetap seminggu sekali, (3) Pantas tidak dibantu tapi pantas membantu (artinya selain beban rata-rata 2,5% tadi juga masih ditambah apalagi gitu).










