sidang tipikor

Tangisan Atut di Sidang Tipikor

Tak lama kemudian, hatinya mulai terusik. Itu coklat haram yang belum dibayarnya. Dikembalikan pun susah karena dia sudah jauh dari vending machine tadi, di tempat yang jarang dikunjunginya. Coklat itu tak dia makan-makan, tak juga dibuangnya. Akhirnya coklat itu dimakan oleh anggota keluarganya, yang tak tahu asal-usul coklat itu. Kenalan saya memutuskan beristighfar dan bersedekah, dengan jumlah berlipat ganda dari harga coklat. Dia tak tahu apakah itu cukup untuk mengampuni dosanya mencuri, tapi dia percaya Allah Maha Pengampun.

Pages