the santri

Film "The Santri" Langkah Awal NU Jajaki Dunia Entertainment

Dunia terus berubah dengan dinamika hidup yang berkembang. Dengan semangat "shalihun li kulli zaman", NU memang perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap diterima dan memberikan manfaat yang maksimal bagi ummat. Model dan metode dakwah pun perlu menyesuaikan konteks zaman ini. 

Hayya dan The Santri

Begitupun. Jika potongan film Hayya ada bendera pemberontak Suriah yang tampil. Mungkin film itu mau memberikan pesan, terorisme yang menghancurkan negara lain, itu dibolehkan. Sepanjang bawa-bawa agama. Yang penting ada slogan agamanya, ada takbir-takbirnya.

Biasa saja. Kita gak usah terjebak mana film yang paling cocok untuk iman kita. Itu sih, pilihan saja.

Jika mau menunjukan hidup beragama yang saling toleran. Nonton saja The Santri.

Kebakaran Celana Dalam Karena Film

Jelaslah adegan ini bikin orang-orang palsu itu marah. Sebab biasanya, mereka bertepuk tangan kalau ada yang bawa bom ke gereja. Ini kok, santri-santri yang dibawa malah nasi tumpeng?

Bom dan nasi tumpeng, hanya pertanda. Yang satu hadir dalam semangat kebencian. Yang satunya lagi ingin merajut persahabatan. Bom dan nasi tumpeng sampai kapanpun tidak bisa disatukan.

Negeri Mistis

Bagaimana bisa masyarakat terdampak asap yang selama berminggu-minggu mengalami kesulitab jarak pandang, hingga banyak penerbangan pun dibatalkan, pada sakit mata, sesak nafas, dst...tiba-tiba membaik ketika Jokowi datang.. Pasti ada kekuatan supranatural yang mengiringi Pak Jokowi.. 

Bulan lalu juga ketika Pak Jokowi mengunjungi Sumut, kurang lebih terjadi keajaiban yang serupa..

Film The Santri dan Sejumlah Kontroversinya

Sebagaimana viralnya kecaman terhadap film "A Man Called Ahok" dan "Dua Garis Biru" beberapa waktu kemarin, saya tetap di barisan pro dengan film tersebut. Saya beranggapan kuat bawa film adalah karya seni. Tidak semua orang bisa membuat film yang bagus. Tapi semua orang bisa nyinyirin film. 

Berikut dua point yang dianggap sangat kuat menyalahi budaya santri dan pondok pesantren:

Pages