Maka orang akan berpikir seribu kali untuk meminta jabatan kepada Umar. Termasuk Abu Hurairah pun tidak dikasih jabatan apa-apa. Dan Umar pun tidak pernah merasa bersalah kalau tidak menghadiahi jabatan kepada orang berjasa.
Rekan satu kubu politik sang ustadz boleh jadi sedang menghadapi jihad besar. Betapa tidak, yang sedang diserang sang ustadz adalah kubu lawan yg jadi musuh bersama. Egonya senang. Mungkin mengatakan "mantap betul ustadz saya".