Bagi saya, Riyanto adalah pahlawan. Ia menderita agar orang lain yang tidak seagama dengannya bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk, tidak terganggu bom. Epos keberaniannya masih terus kita nikmati hingga sekarang.
Toleransi NU bukan hanya simbol dan slogan semata. Riyanto dengan beraninya memegang bom yang ada di Gereja, tanpa pernah merasa takut. Rasa kemanusiaan Riyanto mengalahkan rasa takutnya terhadap kematian.