Salah Redaksi Doa Itu Biasa, Kok Ada yang Ngamuk?
Ibaratnya aku punya dua anak. Mas Lutfi dan Mas Bima. Mas Lutfi pingin masuk ke UGM setelah lulus SMA. Kemudian aku berdoa. Dalam doa itu aku menyebutkan semoga Mas Bima masuk UGM.
Kemudian salah satu anakku mengingatkan, bahwa aku diminta mendoakan Mas Lutfi. Lalu aku revisi doaku. Salahnya dimana?
Apakah aku bisa dikategorikan sebagai begal doa? Bukankah doa itu hubungan privat antara seorang hamba dengan TuhanNya?

