Penculikan

Memahami Kasus Penculikan yang Dilakukan Prabowo

"Kalau Prabowo menculik, kenapa bisa nyapres?"

Karena belum disidangkan dalam pengadilan HAM ad hoc. Prabowo baru disidang dalam Dewan Kehormatan Perwira dan dipecat. Waktu itu, atas pertimbangan segan dengan nama mertuanya, Soeharto, istilahnya diperhalus menjadi diberhentikan dan tetap menerima pensiun.

Selama belum disidangkan, dalam pandangan hukum, Prabowo masih boleh nyapres. 

Menjaga Indonesia

ilustrasi

Rakyat harus trs menjadi pemilik negeri ini. Sistem demokrasi, Pancasila harus terus menjadi pengikat NKRI. Jangan biarkan diambil oleh para pemburu rente, yang meletakkan kepentingan rakyat di bawah sandalnya. Petani cengkèh susah hidup krn tata niaga menguntungkan seseorang, industri mobil, terigu, dan semua pojok dikuasai keluarga tertentu.

Mengingat Kembali Kekejaman Orde Baru

 
Siapapun politisi yang menginginkan kembali seperti pada zaman ORBA, berarti mereka politisi dungu tuna sejarah, atau setidaknya mereka itu berarti pernah merasakan bagaimana menikmati kemewahan di atas derita rakyatnya. Rakyat yang dipaksa hanya bekerja, namun tidak bebas menentukan masa depannya. Rakyat yang dipaksa menanam cengkeh namun kemudian dibangkrutkannya. Rakyat yang diperintahkan belajar namun setelah mengerti dan mengkritisinya diculik dan dibunuhnya.
 

Jejak Kelam Orde Baru

Ilustrasi

- Orang2 yang mengkritik pemerintah tiba2 ngilang tanpa kabar beritanya lagi...
- Aktifis2 diculikin ga ketauan jejaknya lagi...
- Freeport... Chevron... Blok Mahakam dll bakal dikuasai lagi ma asing...
- 'Uang saku' berkedok subsidi rakyat buat mafia2 kembali marak dan mafia2 kembali bersorak kegirangan...
- Uang jajan bertopeng bansos kembali bikin ormas2 memperkaya diri sendiri dan kelompoknya...

Di Kuil Penyiksaan Orde Baru

Ilustrasi

Di dalam mobil, mata saya ditutup kain hitam. Lalu mereka menyelubungi kepala saya dengan seibo itu. Saya juga merasa mereka melakukan hal yang sama pada Aan. Dompet saya diperiksa. Sial, mereka mendapat KTP saya dengan nama asli. "Wah, benar, dia Nezar, Sekjen SMID!" teriak salah satu dari mereka.

Pages