Dalam peristiwa 21-22 Mei 2019 setidaknya 1 dari 8 korban tewas memiliki luka tembak akibat peluru tajam. Uji balistik pada peluru itu menunjukkan berotasi searah jarum jam. Ini sangat berbeda dibanding senjata² Polri, yang selalu melesatkan peluru dg rotasi berlawanan arah jarum jam.
Copyright © 2019,
