oksibil

Ketulusan Tigor Silaban

 

Bukan medannya saja yang begitu sulit, daerahnya pun dicap merah: penembakan sporadis masih marak di sana. “Tapi saya sudah berjanji kepada Tuhan. Kalau saya lulus, saya ingin bekerja di pedalaman Papua yang jauh dari Jakarta. Saya ingin menolong orang, dan tidak ingin praktik,” katanya suatu ketika.

Baru beberapa bulan bertugas di Oksibil, ada dokter yang terbunuh. Ia pun diminta pindah, tapi warga setempat marah. Maklum, di Oksibil, ia satu-satunya dokter.

Pages