Netizen

Media Konvensional Jangan Melawan Netizen

Netizen adalah sekumpulan "warga internet" (citizen of the net), yang terkoneksi secara digital, yang di dalamnya ada yang pasif maupun yang sangat aktif terlibat dalam isu isu yg dibahas di komunitas maya. Mereka saling kontrol, saling mengisi dan saling berbagi informasi. Mereka berkomunikasi itu biasanya digerakkan oleh kepedulian dan solidaritas saat menghadapi suatu persoalan. Netizen bisa memproduksi pesan hingga cercaan yang memenuhi dunia maya. Merekalah yg menulis di Facebook, mengisi twitter, meramaikan instagram, WhatsApp dan lain lain.

Nikmat Apalagi Yang Kau Dustakan Thanos?

Ilustrasi

Pantas saja warga dunia yang mengetahui pidatonya langsung jatuh cinta pada Jokowi. Pantas saja netizen Amerika bahkan mengidamkannya menjadi presiden di negerinya yang super power. Pantas saja banyak yang mengatakan bahwa Jokowi sudah berada di level spiritual. Pantas saja...

Dan masih akan ada sejuta "pantas" lainnya...

PPDB Jateng Kacau, Instagram Gubernur Ganjar Pranowo Diserbu Netizen

 
Apalagi penggunaan SKTM dan KIP sebagai surat sakti tidak mempedulikan apakah dari daerah setempat yang masuk rayon sekolah atau luar rayon/luar kota. Sehingga banyak calon peserta gakin luar kota, Padahal aturan  hanya bisa menerima siswa luar kota 7% dari daya tampung. sehingga gakin luar kota, selain menggeser peserta dalam kota juga menggeser peserta luar kota yang kuotanya sudah sangat sempit. 

Anak Marissa Haque Minta Netizen Tidak Usik Ayahnya

Ilustrasi

"Saya sedih banget, ketika netizen menyerang ayah saya dengan segala prasangka dan asumsi mereka. Ayah saya itu tulang punggung keluarga kok. Kerja keras buat bahagiain keluarga. Ga pernah nyerang orang. Sangat bersahabat. Saya sangat melihat usaha ayah melembutkan hati ibu. Ayah selalu mengingatkan, "Doa, Nak. Minta ke Allah untuk melembutkan hati. Hati ibumu hati Allah juga". Ketika ayah saya, sosok paling sabaaar di hidup saya menjadi bahan celaan kalian yg tidak paham bagaimana kondisi sebenarnya, saya sedih.

Media Sosial dalam Demokrasi

Apakah dinamika seperti ini kontraproduktif? Iya hingga titik tertentu, tapi itulah ongkos demokrasi. Berbagai kelompok muslim anti NKRI bermain intensif. Betapapun mereka menolak disebut demikian, mindset itu tidak bisa disembunyikan. Demokrasi memang memberi ruang bagi siapa saja untuk berpartisipasi, termasuk golongan anti demokrasi, dan disini terkandung persoalan.

Pages