in memoriam

Gus Dur, In Memoriam

 

Baru itu saya mendengar sebuah cetusan lugas dan jujur dari seorang tokoh yang membuat saya tertawa terbahak. Kata itu sebenarnya sudah ada di benak, tetapi hanya Gus Dur yang mempu mengeluarkannya dengan tepat.

Ada kerinduan dari hati kecil saya terhadap sosok seseorang yang bisa bersuara jujur ditengah muaknya saya dengan kemunafikan. Gus Dur adalah mentor imajiner saya dalam mengeluarkan tusukan-tusukan kata yang lembut tapi menikam.

Pages