Akhirnya di masa lalu yang penuh dengan keawaman tapi semangatnya kekencengan, sesama saudara muslim sendiri kita jadikan 'musuh-musuhan'.
Seolah-olah mereka orang kafir. Setiap ada orang yang tidak kita sukai, kita cocok-cocokkan karakternya dengan tokoh kafir di masa kenabian.
Ya mustahil banget belajar ilmu fiqih. Guru ahli ilmu fiqihnya memang nggak ada. Fiqih itu bukan sekedar kebat-kebet halaman terjemahan Quran atau terjemahan Shahih Bukhari Shahih Muslim. Kalau cuma gitu doang, semua orang juga bisa. Perkara sepele, malah seupil.
Copyright © 2020,
