Made Supriatma

Hari Raya Orde Baru (30 September & 1 Oktober)

Dua hari ini adalah hari yang paling sentral dari ‘agama Orde Baru.’ Saya katakan agama karena dua hari ini berfungsi mirip seperti agama: ada upacara, ada renungan, ada doa-doa, ada ritus-ritus (berkunjung ke Lubang Buaya). 30 September adalah hari kematian. Disusul kemudian oleh 1 Oktober yang merupakan hari kemenangan. Susunan upacara peringatan ini sungguh mengingatkan kita pada hari raya agama-agama, dimana ada penaklukan atas kematian dan kemudian merayakannya sebagai kemenangan?

Rasisme Terang-Terangan di UGM

Oleh: Made Supriatma
 

Rasisme Terang-terangan di UGM: Sejak kasus penembakan oleh Kopassus di penjara Cebongan, saya mendapati Yogyakarta yang lain. Tiba-tiba dia menjadi kota yang asing untuk saya. Saya meninggalkan kota yang pernah saya huni tiga belas tahun ini ketika Suharto jatuh. Dan, sejak itu tidak pernah kembali kecuali untuk kunjungan singkat.

Antiintelektualisme di Kalangan Tentara

Oleh: Made Supriatma
 

Saya memperhatikan baik-baik, dua simposium tentang pembantaian 1965. Jelas, simposium yang pertama terlihat jauh lebih serius. Para pembicara memang berbicara dengan fakta dan yang dinarasikan adalah benar-benar pengalaman nyata.

Cina Baik-Baik Saja vs Cina Sok Jago; Pancingan Rasisme Sang Jenderal

Oleh: Made Supriatma
 

"Race Baiting" atau Pancingan Rasisme: Saya kira tidak ada istilah yang lebih bagus untuk menggambarkan berita tentang Letjen TNI (Pur.) Johanes Suryo Prabowo. Idenya adalah Sodara melempar pendapat yang kelihatan netral, obyektif, tidak bias, namun sesungguhnya Sodara menggiring orang untuk berprasangka buruk.

Pages