Entah Kitab Mana yang Jadi Rujukan Tweet Tengku Zulkarnain Ini
Kalau kita mau melakukan telisik kebahasaan, maka tentu saja kata '' Huur" tidak bisa dipahami hanya sebatas makna Feminin saja,melainkan juga bisa bermakna maskulin, sebab kata " huur" sendiri merupakan bentuk kata Maskulin (pria) bukan Feminin( wanita).
Alhasil kata " Huur" bisa bermakna ambigu, bisa bermakna bidadari juga bisa bermakna Pangeran Ganteng ( bukan dari Golongan manusia) tergantung Konteksnya.

