kh maimoen zubair

Saya Berada Dalam Barisan Mbah Maimoen

ilustrasi

Hari ini, saya masih menunggu klarifikasi resmi dari politisi tak punya tata krama itu. Jika memang puisi nya bukan ditujukan untuk Mbah Moen, lalu mengapa enggan memberikan komentar jelas untuk siapa 'kau' di sana. Harus jelas puisi itu ditujukan kepada siapa dan mengapa. Supaya kami santri NU yang membacanya tak kemudian salah paham.

Manusia-manusia Keren yang Menjaga Diri dari Barang Syubhat

 

Saya nyengir.

"Nganu Pak. Ini tadi uang di amplop pemberian teman saya untuk avisa, dua puluh ribu. Ya saya pinjam dulu buat beli bensin..."
Raut muka beliau serius. Tampak mendengus.
"Amis, Jal. Itu uang buat anakmu, kok kamu pakai buat beli bensin motormu. ITU BUKAN HAKMU. Amis, amis, Jal. Aku emoh numpak sepeda motormu iki. Nggak betah ambune."

Pages