Jika kita melihat guru-guru sufi di masa lampau yang membuka hatinya menerima siapapun, membuka uluran tangan bagi orang-orang pinggiran, membimbing mereka yang dinista dengan sikap yang ngemong, lalu mengapa kita masih heran melihat sikap Gus Dur yang segaris dengan sikap para sufi ini?
Copyright © 2020,
