jokowi prabowo

Mereka Sudah Bertemu. Jangan Menangis Ya, Pret!

Setelah ucapan selamat dari Prabowo kepada Jokowi secara langsung dalam konferensi pers di stasiun MRT Senayan tadi maka usai sudah babak akhir kontestasi Pilpres 2019. Jadi bagi almarhum dan almarhumah kamprettt yang selama ini masih sok ngotot dan sok nyinyir berbusa-busa, saran saya sudahi saja semua kebodohan yang kalian lakukan.

Menjadi Manusia Biasa Saja

Menjadi Jokowi, dengan preposisi di atas, artinya juga jauh lebih mudah dibanding menjadi Amien Rais, apalagi Fadli Zon. Menjadi Jokowi adalah bagian sebuah proses kehidupan biasa saja. Berada dalam momentum nyawiji, greget, sengguh, ora mingkuh. Filosofi tari gagrag Mataraman itu, mengajarkan orientasi management by process.

Bangsa Indonesia, Kita Bisa!

 

Setiap kali saya mendengarkan wawancara para atlet yang berhasil meraih medali, mata saya pun juga berkaca2. Mereka selalu menampakkan kerendahan hati yang bukan rasa rendah diri. Mereka adalah para juara sejati, yang selalu bisa bangkit dari kekalahan2 sebelumnya. Mereka membuktikan tidak hanya sekedar juara di kandang sendiri, tetapi memang bisa lebih berpretasi dari bangsa lainnya. Terbukti kita bisa...!

Babak Fase Sudden Death, 2 Jempol untuk Pakde

Oleh: Birgaldo Sinaga
 

Tidak ada yang menyanggah Aksi Demo 4 11 cukup fantastis dalam jumlah massa. Besarnya jumlah massa menjelaskan ada tiga hal pokok yang terpenuhi yaitu soal isu, dana dan mobilisasi.

Isu sensitif penistaan agama menyedot bela rasa. Dana bejibun yang digelontorkan hingga 100 Milyar mampu mengongkosi pergerakan arus massa dari daerah luar Jakarta. Mobilisasi yang terorganisir dengan militansi massa solid mampu membangun daya gentar lawan.

Cara Jitu Jokowi Mengantisipasi Demo FPI

Oleh: Thomson Cyrus
 

Siang ini Presiden Jokowi berkunjung ke kediaman Prabowo di Hambalang. Mereka bertemu selama 2 jam. Makan nasi goreng bersama lalu diakhiri naik kuda bersama.

Seperti biasa, meski Luhut BP bukan lagi Menko Polhukam, tetapi Presiden Jokowi membawanya ke hambalang. Mengapa LBP? Bukan Wiranto?

Pages