Jatim
Tiga Pernyataan Prabowo Yang Rontokkan Cagub Gerindra dan PKS Di Pilkada Rabu Esok
Kedua, pernyataan Prabowo untuk melakukan Sholat Istikharah untuk mendukung calon partai mereka. Sebuah kesalahan fatal bagi seorang muslim yang tidak tahu harus melakukan shalat apa. Bagi umat muslim, pernyataan Prabowo ini makin meragukan bahwa Gerindra dan PKS memang tidak kapable bahkan tidak pantas membawa-bawa agama dalam kampanye politik. Masalah sholat Hajat saja tidak faham apalagi membicarakan soal hukum-hukum dalam Islam yang lainnya.
Perampok Berkedok Politisi
Jika La Nyalla Bisa Bayar Mahar
Kebetulan saja La Nyalla kere sehingga tdk d lirik Prabowo, kebetulan saja La Nyalla tak sanggup bayar mahar, maka semua ini bisa terjadi. Bila La Nyalla bermodal sebesar Sandiaga, bila La Nyalla mendapat diskon mahar, mungkin protes seperti ini tidak akan d ketahui publik. La Nyalla akan tetap maju d pilgub Jatim dengan d usung Gerindra.
Nyala Seorang La Nyalla
Si Kotot bilang ulama mereka mengatakan titik fokus pemenangan dengan kopi paste skenario tumbangnya Ahok adalah di lima daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Utara. Dia juga bilang hanya karena 212 berkontribusi banyak kepada Gerindra, Pilkada Jakarta bisa dimenangkan. Jadi penolakan Gerindra adalah penghianatan.
Penolakan Yeni, Signal Prabowo Tak Layak Capres?
PDIP Amankan Pilkada di Jawa dari Intoleransi
NU Jatim Gagal Diobrak Abrik
Imam Besar Kerusuhan yg semula digadang-gadang bakal menjadi satu-satunya lubang untuk bisa masuknya tiga partai tersebut menembus Jawa Timur telah pergi tanpa ada kejelasan kapan dirinya pulang, tiga partai inipun makin poyang-paying tidak karuan ketika lamarannya ditolak oleh Putri Sang Guru Bangsa. Jelas saja sang putri itu menolak, karena ia dari kecil tidak terbiasa didik sebagai biang kerusuhan. Merasa dirinya khawatir tidak bisa menjadi biang Kerusuhan akhirnya ia menolak lamaran tsb.
Catat, Indonesia Ekspor 710 Ton Benih Kangkung
Inilah Lokasi Operasi Pasar Daging di Jateng, DIY dan Jatim
Redaksi Indonesia - Pemerintahan Joko Widodo serius mendengarkan keluhan masyarakat. Salah satunya segera menggelar operasi pasar terutama daging di daerah. Menjelang lebaran, harga daging memang terdongkrak naik. Penyebabnya tidak hanya kebutuhan konsumsi daging meningkat namun juga dikarenakan ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Secara nasional pemerintah menggelar operasi pasar di 26 Provinsi. Berikut lokasi operasi pasar di Provinsi Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.








