iqbal aji daryono

Liberalin Akuh, Dek...

Oleh: Iqbal Aji Daryono
 

Cap liberal adalah salah satu senjata pamungkas yang paling digemari dalam debat kusir topik Islam. Tak bedanya di sisi satunya, yang gampang ngasih cap Wahhabi.

Dalam beberapa hal kedua penggemar stempel itu sama saja. Ada yang sebel sama FPI karena suka main gebuk, misalnya, lantas bilang, "Dasar Wahhabi..." ke FPI. Padahal FPI blas bukan Wahhabi. Nah, penyetempel liberal mungkin lebih mumet lagi. Sebab batasan apa itu pemikiran liberal agak kurang klir.

Sabili

Oleh: Iqbal Aji Daryono
 

Membaca renungan sejarah hidup Mahfud Ikhwan pagi ini, saya juga jadi ingat Sabili. Satu liputan di tahun 2000 (atau 1999?) yang waktu itu luar biasa dan paling mendongkrak tiras majalah itu adalah yang berjudul "Tentara Allah Turun di Ambon".

Sejarah Siapa?

Oleh: Iqbal Aji Daryono

Dalam sebuah postingan saya, ada seorang kawan yang berkomentar bahwa di Indonesia sejarah memang sering ditulis semau-maunya penguasa.

Saya sering gatel mendengar celetukan semacam itu. Itu mindset minder yang membayangkan bahwa cuma negeri kita sendiri yang bobrok nggak karuan. Lha rumangsamu di negara lain enggak po?

Sejarah selalu milik penguasa, lah. Di mana pun.

Guyon dan Spiritualitas

 

Oleh: Iqbal Aji Daryono

Ini bukan tentang bapak mereka, jadi kalian nggak usah perlu kuda-kuda gitu. Ini cuma tentang dua anak gemblung yang bercandanya--menurut seorang budayawan ibukota berinisial AD, yang diam-diam mengagumi dua anak ini meski kemarin dia di-bully para mamah jokowers gara-gara membela @ypaonganan--sangat khas bocah-bocah Njogja-Solo.

Pages