indonesia bubar

Pocong Buat Bowo

Ilustrasi

Saat terdesak, jurus pamungkas pembelaan diri yang dikeluarkan ialah bahwa itu hanya bercanda. Publik makin bingung apa dengan ulah bowo. Apa yang di mata publik dianggap serius, hanyalah candaan menurut bowo. Yang untuk bercanda, lucu-lucuan dan fiksi malah dianggap serius oleh bowo. Contohnya, novel fiksi dijadikan sebagai dasar bagi bowo untuk menyampaikan pesan bahwa 2030 Indonesia bakal bubar.

Prabowo Kembali Ngawur

Ilustrasi

Cobalah renungkan kembali. Dari pernyataan Indonesia Bubar 2030 yang referensinya hanya dari novel fiksi. Lalu tampang wartawan yang tak bisa belanja di mall. Tampang Boyolali yang tak mampu ke hotel berbintang hingga menuai protes keras warga Boyolali. Lalu mengatakan 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan menurut Bank Dunia, dan itu langsung dibantah oleh Bank Dunia.

Prabowo Ngibul

Ilustrasi

Pesan utama yang ingin disampaikan penulis novel adalah eksplorasi sejauh mana perkembangan teknologi dewasa ini mempengaruhi dan berdampak pada bentuk perang masa depan. He..he..bukan hanya soal Amerika vs Cina apalagi lndonesia. Saya sudah membaca beberapa review buku ini yg dimuat di beberapa jurnal ttg intelijen dan militer, bahkan pernah dimuat di website CIA.

Seputar 2030 di Mata Para Tokoh

 

Nampaknya bagi yang berfikir realistis, tentulah sungguh menggelikan dan tak mencerminkan gambaran Indonesia yang makin menggeliat menuju negara yang semakin kuat. Sebaliknya bagi pendukung kubu Prabowo menganggap bahwa itu peringatan, seperti yang dikatakan oleh Fahri Hamzah, Fadly Zon, dan Gatot Nurmantyo yang nampaknya merapat ke kubu Prabowo untuk melamar menjadi capres.

Bahasa Apocalipstik

Ilustrasi

Menunggu oposisi bisa makin baik kualitas serangannya, karena peran oposisi itu wajib ada dan sehat, memberi balance dan koreksi pada sistem. Padahal kalau dibilang: Indonesia 2030 terancam bubar karena perpecahan akibat politik identitas (seperti agama), saya malah bisa setengah percaya (dan merasakan ancamannya). Artinya memang ada isu-isu serius yang harus ada yang mengangkatnya, tapi sayangnya banyak gak keangkat oleh so called oposisi.

Pages