Tuan Zakir, Agama Bukan Pertarungan
Tapi sekali lagi, melihat Zakir naik saya seperti melihat wajah sendiri. Sorak kemenangan setelah mengalahkan, kepuasan menundukan menjadi ekstase , orgasme syahwat keegoan. Sialnya, saya tidak sendiri, Zakir naik adalah idola. Riuh tepuk dan peluk kebanggaan menyambutnya di negeri ini. Mendadak kita menjadi bangsa yang begitu miskin, hingga seorang dai pun kita mengimpornya. Cadangan ulama kita seperti habis hingga harus mendatangkan dari jauh.


