hijab
Virus Budaya
Kostum Hidayah
Mengungkap Motif Kampanye Anti Poligami Dalam Kacamata Radikalisme Di Indonesia
Pola yang sama itu pun bisa kelihatan dari kampanye Poligami dan #Indonesiatanpapacaran yang sedang marak dilakukan di Indonesia oleh kelompok-kelompok pendukung Khilafah. Kedua kampanye di atas bertujuan untuk menciptakan perempuan-perempuan dan anak-anak gadis yang tidak boleh berpikir, tidak boleh bernalar dan tidak boleh memiliki rasa.
Mendalami Agama
Sang kyai melanjutkan: bayangkan suasana 1300 tahun lalu. Ketika Qur'an turun di abad VII. Masyarakat Arab dengan alam padang pasirnya, dan WC belum ada. Maka dalam kitab fikih bab Toharoh, dibahas tentang 'istinja'. Adab bersuci, yang jika tak ada air bisa pakai batu. Ingat, masa itu belum ada sabun dan tissue. Yang dolbon di kampung tidak istinja pakai batu. Tapi pakai daun kopi dulu. Sampai rumah barulah air ditimba. Itu pun kalau tidak lupa.
Hijrah, Artis, Syar'i Yang Kekinian
Si Julid Sexy Killer
Saat Kostum Memiliki Agama
Agama memang sudah ramai dipakai tema dagangan. Mulai makanan, toiletry, pakaian, perumahan hingga pemakaman. Produk-produk barang dan jasa diberi lebel syariah dan halal. Ada kerudung halal, kulkas halal (hadeuh). Banyak kelucuan. Termasuk penjurian produk shampoo Sunsilk Hijab Hunt, yang sama sekali tak menilai rambut kontestan. Hahaa.. Lalu kita yang menggandrunginya percaya ini jalan ke syurga? Ini trik iklan belaka, Ratna!










