Babi, Ayam, dan Agama Semit (2)
Oleh : Sumanto Al Qurtuby
Kuliah virtual ini masih tentang "Pasal Perbabian". Pengharaman atau pengtabuan babi (bukan "baby" atau "babe" lo ya?) yang termaktub di dalam sejumlah Kitab Suci, khususnya dalam tradisi Yahudi maupun Islam ini, jarang sekali dibahas secara akademik-ilmiah. Alasan yang paling umum dan sering didengar adalah bahwa dasar pengharaman babi itu karena perintah Tuhan (baik "Tuhan"-nya Muslim maupun "Tuhan"-nya Yahudi). Titik. Jadi, tidak perlu diotak-atik dan tanya macam-macam. Memang sudah dari sononya begitu bahwa "babi itu pamali."

