gempa palu
Mabes Polri Terbangkan Ribuan Aparat ke Palu
Kemen-PUPR Mobilisasi Alat-Alat Berat Tangani Gempa Palu
Pertama, evakuasi korban bencana difokuskan di Balaroa dan Petobo, dimana pada kedua wilayah ini menderita kerusakan yang sangat parah akibat gempa bumi. Diperkirakan masih terdapat puluhan orang yang tertimbun dibawah reruntuhan. Untuk itu akan dimobilisasi 9 excavator di Petobo dan 5 excavator di Balaroa yang berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV dan kontraktor BUMN/swasta.
Palu Gempa, 18 Negara Tawarkan Bantuan
Menko Polhukam mengatakan, ada beberapa alasan mengenai keputusan menerima bantuan dari luar negeri tersebut. Menurutnya, keputusan itu tentu berdasarkan satu pertimbangan bahwa Indonesia sudah menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan banyak negara. Bahkan, kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke negara-negara sahabat itu juga dalam rangka menjalin dan mempererat hubungan bilateral maupun multilateral.
Waspadai IHH di Palu
Pemerintah Gerak Cepat Atasi Gempa Palu
Demikian juga terkait bahan pangan dan air yang terhambat. Presiden mengatakan hal ini dikarenakan kondisi bandara yang belum siap 100 persen untuk dipakai pesawat mendarat.
"Saya harap masyarakat sabar semua. Saya tahu banyak persoalan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat, termasuk berkaitan dengan komunikasi," katanya.
Presiden Bertolak ke Palu, Pemerintah Gerak Cepat Atasi Dampak Gempa
"Jadi ini memang keadaan darurat karena jalan banyak yang terputus, bandara. Listrik dari 7 gardu baru yang hidup. (Suplai) BBM juga (terhambat karena) jalan tertutup," kata Presiden di lokasi.
Terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM), Presiden memperkirakan dalam dua hari akan sampai ke lokasi. Alat berat dari Mamuju, Gorontalo menurutnya juga sudah bergerak menuju lokasi bencana.
Gempa; Catatan Penghujung September
Demikian dengan gempa. Persoalannya sekarang adalah gempa merupakan salah satu fenomena alam yang "sulit" bahkan hampir tidak bisa diprediksi, kapan ia datang sebagaimana halnya hujan, begitu mudah diprediksi dan memiliki tingkat validitas prediksi cukup tinggi. Gempa tidak. Tapi ia tetap fenomena (baca: sunnatullah) yang sejak nabi Adam hingga sekarang (dipastikan) telah ada.








