Data
Gugatan Ke MK Buat Apa?
Memahami Salah Entry Atau Setingan
Setelah tahu kalau di Pasie Lembang ada selisih 191 suara. Saya coba telusuri lebih detail lagi dan salahnya ada di TPS 1 Pasie Lembang. Untuk lebih detailnya saya lampirkan form C1nya silakan lihat dibawah ini.
Dari data form C1 ini kita bisa baca:
Jumlah suara paslon 01 = 19
Jumlah suara paslon 02 = 176
Jumlah total pemilih = 199
Post Truth Dan Nalar
Politisi Dan Klaim
Makanya dalam beberapa kasus quick count yang angkanya perolehannya keket (selisihnya sangat kecil), misal 49 dan 51, bisa saja malah pemenangnya berbalik. Ini pernah terjadi saat Pilgub Jawa Timur tahun 2008 saat Mbak Khofifah kalah oleh Pakdhe Karwo. Padahal quick count kesannya memenangkan Mbak Khofifah.
Klaim Kemenangan Yang Tidak Pede
Beberapa hari lalu mereka mengerahkan emak- emak untuk berdemo nyinyir ke KPU. Teriak- teriak tidak senada dan hanya sayup-sayup tak terdengar beritanya. Hari ini pasukan berpeci putih gantian menggeruduk Bawaslu. Tuntutan mereka lucu, memaksa Pemilu ulang karena curang. Mereka bilang bukan bagian dari kelompok Kartanegara, tapi ada Ustadz Sambo dan Jumhur Hidayat menjadi komandan lapangan. Mereka pikir kita bisa dengan mudah ditipu dengan aksi massa abal-abal ini.
Linus Law
Memahami Real Count KPU Jika Salah Data
Salah Input Situng KPU
Ketiga, terus kalau terbukti datanya salah, bagaimana? Laporkan ke KPU setempat, minta diperbaiki. Meskipun tidak berkekuatan hukum, tentu ini kewajiban KPU untuk menjaga marwahnya dengan tidak membiarkan data salah di server KPU sedikitpun. Kalau ada oknum yang sengaja menyalahi data C1 dari KPPS tentu saja harus diberikan sanksi keras. Yang tidak sengaja pun harus ditegur keras, karena seolah tidak menghargai jerih KPPS, Panwas dan tentunya masyarakat.










