Cirebon

Ngeyel Dan Akhirnya Dipermalukan Memangnya Enak?

ilustrasi

Sabar saja, masih ada pesantren lain yang bisa kau datangi. Pesantren 212 mungkin, atau saya usul bagaimana kalau Cawapres #02 membuat Pesantren sendiri saja. Disitu bisa bebas buat sandiwara apa saja tergantung pesanan. Ada emak-emak yang bisa disuruh nangis menggerung-gerung. Ada juga bapak-bapak yang bisa dipoles menjadi korban banjir, atau sandiwara apa saja suka-suka. Jadi dirimu tidak perlu dipermalukan lagi kan ?

Panglima TNI : Santri Memiliki Andil Besar dalam Perjuangan Kemerdekaan RI

Ilustrasi

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa melalui silahturahmi dengan keluarga besar Pagar Nusa di Kabupaten Cirebon, menjadi kesempatan yang baik untuk dijadikan sebagai momentum kebersamaan dalam rangka meluruskan niat dan menguatkan ikhtiar demi melanjutkan pengabdian dan dharma bhakti yang terbaik kepada NKRI, serta bersama-sama dalam upaya menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Bakhtiar Nasir Akui Pancasila, Koh Felix Kapan?

Ilustrasi

Nah tinggal koh Felix yang belum berani terang-terangan untuk mengakui Pancasila. Koh Felix salah kalau mengartikan jika mengakui Pancasila keluar dari Islam. Koh Felix kan menganggap bahwa Islam dan Pancasila bertentangan. Kalau buka sejarah, justru Pancasila ialah hasil dari ijtihad para Kyai untuk mengambil jalan tengah di tengah tengah bangsa yang majemuk.

Membedah Profil "Pengantin" Bom Bekasi

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Ini pertama kalinya dalam sejarah penumpasan teroris di Indonesia, Tim Densus 88 menangkap seorang wanita yang bakal menjadi pelaku bom bunuh diri dengan sasaran Istana Kepresidenan. Dian Yulia Novi berusia 27 tahun adalah wanita pertama calon “pengantin” bom bunuh diri di Indonesia. Wanita asal Cirebon ini akan meledakkan bom jenis zat triacetone triperoxide (TATP), yang dijuluki para pakar teroris sebagai “Mother of Satan” atau ibunya setan, karena daya rusaknya yang sangat besar.

Pages