budaya lokal

"Wayang Itu Haram!" Haram Lambemu...

Pemerintah Turki Usmani dulu menggunakan seni pertunjukkan wayang di seluruh kekuasaan Ottoman termasuk Arab, Timur Tengah dan Yunani. Para elit Muslim rezim Turki Usmani menggunakan wayang sebagai medium untuk mengsosialisasikan program-program pemerintah maupun alat komunikasi dan berinteraksi dengan warga, selain sebagai "hiburan rakyat" tentunya. "Karagoz" melambangkan "kelas bawah"("wong cilik") sementara "hacivat" menggambarkan "kelas atas" dan "golongan terdidik" ("wong gede").

Bentengi Diri dengan Menjaga Kebudayaan dan Kesenian Lokal

Oleh : Sumanto Al Qurtuby

Para jama'ah Facebook, mari kita rawat, jaga, dan uri-uri produk-produk kebudayaan dan kesenian lokal di Indonesia jangan sampai suatu hari nanti lenyap gara-gara ulah sejumlah kelompok agamis-moralis-puritan yang sering mengatasnamakan ini-itu untuk kepentingan ini-itu. Jangan sampai anak-cucu kita kelak kehilangan warisan sejarah dan tradisi Nusantara yang kaya-raya hanya demi memenuhi ambisi dan arogansi sejumput kelompok agama "tengil" yang hobi merusak dan menghancurkan khazanah kultur lokal.

Pages