Kekacauan Alat Ukur
Oleh: Eko Kuntadhi
Pemahaman teologis (ketuhanan), serasional apapun, tetap saja hanya dapat ditangkap kebenarannya oleh mereka yang meyakini. Orang yang berbeda keyakinan, bisa mempelajari konsep teologi agama lain, tapi belum tentu bisa meyakini kebenarannya.
Artinya, sebagai sebuah pondasi keyakinan, pemahaman teologis itu sifatnya subjektif. Untuk menilai kebenarannya, alat ukur yang digunakan juga khusus, artinya hanya menurut tuntunan agama tersebut.



