Aliran
Rebutan Masjid
Bukan apa-apa, nggak enak juga rasanya tiap hari dicurhatin kayak gitu tiap hari oleh pengurus dari masing-masing kubu. Kok berita yang saya terima timpang semua. Sana ngadu bahwa sini begini. Sini ngadu bahwa sana begitu.
Lah, macam punya dua bini aja nih. Tiap hari perang, tiap hari ribut. Tapi lucunya, kedua kubu sama-sama mengundang saya dalam acara masing-masing.
Wahabi Dan Pembuat Rusuh
Kultum
Usai Kultum salah satu jamaah menghampiri dosen tersebut. Sepengetahuan saya jamaah ini tergolong rajin ke masjid hanya saya nyaris tidak pernah melihat berbincang dengan jamaah lain kala di masjid. Langkahnya ketika ke masjid selalu cepat bersemangat dengan celana sedikit terbuka mata kakinya. Sekali saya pernah melihat ia khusuk di salah satu sudut masjid membaca buku tentang syariat berpuasa.
Masjid Warna Warni
Tak Layak, Bandingkan Ustadz Abdul Somad dengan Kyai Said Aqil
5. Melihat kiprah keummatan Ust. Shomad lalu menilainya sebagai KH. Hasyim Muzadi junior sah sah saja. Tapi tiba-tiba mengamini beliau sebagai calon ketua umum PBNU, wah ini yang agak aneh dan kebablasan. Sebab, dibutuhkan pengakuan kualitas diri dan keilmuan dari para ulama di tingkatan syuriah dan mustasyar NU agar bisa menembus posisi puncak dan menakhodai bahtera sebesar NU. Jangan lupa, menjadi tokoh puncak di NU itu harus siap dirisak, dimurtad-murtadkan dan dikafir-kafirkan. Tapi kalaupun Ust.





