Tiada Agama Bagi yang Tidak Berakal: Catatan untuk Felix Siauw
Metode tafsir maudhu’i (tafsir tematik) menjelaskan hal ini dengan sangat bernas. Bahwa seorang penafsir seharusnya mengelompokkan terlebih dahulu semua ayat yang memiliki benang merah sejajar, mengimpresikannya, lalu menyimpulkan pesan dasarnya. Dengan metode ini, buah simpulan takkan berdiri sepenggal (menurut ayat ini saja), parsial, tetapi meliputi seluruh makna yang dikandung ayat-ayat setema tersebut. Menjadi (lebih) holistik secara moral-ethic dan komprehensif secara ilmiah.


