Adab dan Biadab
Mari kita lihat berbahayanya klaim antara beragama ekuivalen berakhlak. Karena bahkan Imam Ghazali pun, setelah menulis adanya ulama palsu, mengatakan bahwa belum tentu yang beragama itu berakhlak mulia. Lha kok bisa? Bisa saja! Karena agama tak perlu marah, jika disebut sebagai ‘hanya’ salah satu cara, atau metoda, untuk menuntun manusia menjadi baik adanya. Bukan satu-satunya.










