abu bakar baasyir
Mengapa Jokowi Membebaskan ABB
Sejak Pilpres 2004 di mana rakyat langsung yang menentukan pilihan presidennya, kematangan demokrasi kita tak secara akseleratif menunjukkan peningkatan. Bahkan dalam Pilpres 2014, juga pada Pilkada di berbagai daerah, apalagi Pilkada DKI Jakarta 2017, kontestasi demokrasi makin diwarnai agregasi politik identitas yang menguat.
Kasih dan Keadilan
Implementasi Ekstrem Syariat Islam
Implikasinya apa dari pernyataan UABB di atas? Kalau 'silent majority' bisa dimanipulasi dengan menciptakan kenormalan baru sehingga menggantikan praktek bernegara dan berbangsa Indonesia tidak perlu dengan kekuatan fisik, tetapi dengan penetrasi dan pembajakan ideologi menurut interpretasi ekstrim syariat Islam saja, maka kenapa harus bersusah payah mencari senjata?
Membunuh Kafir
Oleh: Mozlev Tornz
Minggu lalu, tatkala iseng menghalau butiran debu dari rak-rak buku, tertambat mata saya ke buku lawas 220 halaman terbitan 2006. Ditilik dari sumbernya, buku itu seperti terjemahan dari bahasa Arab, tapi judulnya mendirikan bulu tengkuk : “Kafir Tanpa Sadar”, karangan Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz, ulama Mesir yang konon mati digarap oleh tangan penguasa.





