by

Tuhan Saya Bukan Orang Arab

Oleh : Gunadi

Klo saya jujur aja jawab sm Malaikat kalau saya nggak bisa bahasa Arab, itu pertama. Kedua, saya sdh berusaha sebaik mungkin menjalankan syariat agama yg saya anut sebatas kemampuan diri saya, dan berusaha menjauhkan diri dari segala larangan yg diperintahkan oleh Agama. Saya juga selalu bersyukur atas segala nikmat yg diberikan Allah selama hidup, utk itu saya selalu memanfaatkan waktu hidup saya utk melakukan hal2 yg bermanfaat, bukan berarti saya tidak memikirkan hal2 setelah mati, karena saya percaya itu previllege Tuhan, dan di luar batas kemampuan saya.

Saat itu saya hanya bisa berserah diri. Sy selalu percaya bahwa Tuhan itu Maha Pengasih & Penyayang, itu sebabnya kata2 itu selalu kita ucapkan ketika kita mengawali sesuatu perbuatan Saya tidak punya sesuatu untuk dikejar. Saya punya harapan, saya bekerja keras untuk mewujudkan harapan itu. Saya hanya menikmati hidup. Bekerja itu nikmat. Bekerja memberi kesempatan untuk belajar hal-hal baru.

Mendapat pengetahuan dan keterampilan baru itu menyenangkan. Tentu saja saya mencari uang. Mendapat uang itu menyenangkan. Dengan uang itu saya menghidupi keluarga. Memenuhi kebutuhan mereka, sesekali memenuhi keinginan mereka, membuat mereka merasa senang. Hidup juga untuk berbagi. Berbagi pengetahuan dan pengalaman, berbagi penghasilan. Membantu orang lain, membuat hidup mereka lebih baik.

Lagi-lagi itu dilakukan, karena berbagi itu menyenangkan. Saya tak percaya ada kehidupan setelah mati. Kalau saya mati, hidup saya berakhir. Tak ada yang akan memarahi saya setelah saya mati. Di dunia ini, saya berbuat baik karena berbuat baik itu membuat saya nyaman dan bahagia. Saya tak berbuat buruk karena itu membuat saya dan orang lain tak nyaman. Saya tak butuh janji imbalan pada kehidupan setelah mati untuk berusaha jadi orang baik.

Sumber : Status Facebook Gunadi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed