Oleh : Tito Gatsu
Sebenarnya jika diceritakan secara jujur betapa biadabnya para Ulama yang membawa wabah Wahabi di Indonesia dengan alasan pemurnian Islam tapi membawa cara berpikir mundur ratusan tahun kebelakang karena ajaran tersebut memang digunakan sebagai dalil perang dan rekayasa sosial menjadikan Bani Saud untuk menguasai wilayah Arab Saudi sejak dulu , padahal Wahabi sendiri baru lahir yang dibawa oleh Muḥammad bin ʿAbdul Wahhāb at-Tamīmī yang hidup pada tahun 1703 M -1792 M.
Kisah mengenai silsilah keturunan nabi sendiri memiliki banyak versi jika ditelusuri dari berbagai sumber dan diklaim bahwa bangsa Arab adalah keturunan Nabi Ismail Putra Nabi Ibrahim yang lahir di Mekah padahal menurut kitab taurat dan Injil Nabi Ibrahim hidup di Kana’an atau wilayah antara Yordania dan Jerusalem yang jaraknya ribuan kilometer dari Mekah bahkan ada penemuan arkeologi dan antropologi yang menyatakan wilayah yang disebut Kabahpun sebenarnya bukan di Mekah sekarang ini tapi di Petra (Wilayah Kerajaan Jordania sekarang ) yang secara geografis lebih dekat dengan lembah Kana’an . Baiklah kita abaikan dulu cerita tersebut.
Wilayah Arab Saudi yang meliputi Riyadh hingga Jeddah dikuasai oleh Kekhalifahan Ottoman sejak tahun 1293 – 1920 M dan ajaran Wahabi baru muncul sekitar tahun 1753 M sebagai upaya melawan kekhalifahan Ottoman dengan dalih pemurnian Islam di wilayah Hejaz yaitu antara Mekah ke Madinah dan wilayah tersebut dinamai Nejd jika meliputi Jedah hingga Riyadh.
Mempelajari sejarah Islam dan Arab secara literasi memang harus dengan kepala dingin karena banyak versi yang berbeda-beda dari mulai Suni yang berpedoman dari kekhalifahan Ottoman dan Turki , Syiah yang berpedoman dari Persia dan Iran hingga Wahabi yang dibawa oleh Mohammad bin Abdul Wahab yang tinggal di Nejd masing – masing aliran inipun tidak akur dan saling mengharamkan tak heran jika kita menampilkan sejarah Islam dan nabi akan di serang oleh masing-masing pemahaman tersebut bersyukur kita hidup di Indonesia dengan Muhammadiyah dan NU yang akur dan saling menghargai.
®PERANAN ULAMA NU DALAM MENJAGA ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN
Wahabi ini mulai berkuasa kembali di wilayah Nejd atau Arab Saudi yang merupakan Nama dari Arab milik Bani Saud.
Pada saat melemahnya Turki Ottoman yang pada tahun 1918 dikuasai Inggris bersama-sama Bani Saud dan wilayah Nejd dikuasai Sharif Hussein seorang Emir kemudian setelah Sharif Hussein meninggal pada tahun 1924 putra Sharif Hussein memploklamirkan diri menjadi raja di Nejd dan dengan agenda pecah belah yang dilakukan Thomas Lawrence Kerajaan Inggris memberlakukam hukum Wahabi dan berusaha membongkar makam nabi dan usaha penghancuran Ka’bah karena dianggap musyrik hingga pada tahun 1924-1925 terjadilah eksodus besar- besaran penduduk Hejaz atau wilayah antara Mekah dan Madinah.
Ketika itulah seorang Ulama asal Indonesia K.H. Abdul Wahab Hasbullah yang masih sepupu K.H. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang juga merupakan kakek Presiden ke 6 Indonesia K.H. Abdurahman Wahid atau Gus Dur memimpin delegasi yang disebut komite Hijaz menemui Raja Nejd meminta agar wilayah Hejaz diperbolehkan untuk 4 mahzab agama Islam , yaitu Syafe’i, Hanafi , Hambali dan Maliki bisa diberlakukan disana dan bisa menerima umat Islam dari seluruh dunia untuk berziarah dan menunaikan ibadah haji disana. Permintaan tersebutpun disetujui Kerajaan Inggris ajaibnya Ibadah Hajipun masuk dalam rukun Islam ke 5 karena ternyata menjadi sumber devisa yang sangat besar .
®BANI SAUD
Pada tahun 1934 keturunan Syarif Hussein dapat disingkirkan Bani Su’ud dan keturunannya menyingkir ke Iraq dan Yordania dan lahirlah kerajaan Saudi Arabiya yang dipimpin Raja Abdul Azis ajaibnya lagi pada tahun 1938 ditemukan cadangan minyak yang luar biasa besar disana yang mencapai 2 milyar barel per bulan yang dikuasai British Petroleum dan keluarga Yahudi Amerika Serikat Rockefeller.
Banyak versi yang membuat perpolitikan di dunia Arab penuh dengan warna , tapi bila melihat dari sudut pandang politik Arab Saudi merupakan wilayah kapitalisme yang dikuasai oleh Bani Saud, dulu wilayah tersebut dikuasai oleh Turki Ottoman kemudian menjadi koloni Inggris yang akhirnya menjadi Kerajaan Arab Saudi, tentu banyak pandangan sejarah yang berbeda tapi bukan berarti kita menutup mata dari literasi penelitian ilmiah yang pernah dilakukan dan harus dibuktikan secara empiris.
LAWRENCE ARSITEK NEGARA SAUDI ARABIA
Pada 16 Oktober 1916, Lawrence atas perintah Inggris menemui tiga putra Sharif Hussein yaitu Ali, Abdullah, dan Faisal. Lawrence berusaha mendekati secara personal anak-anak sang emir, terutama Faisal, yang dinilai sebagai calon terbaik untuk memimpin Revolusi Arab.
Di sinilah peran krusial Lawrence bermain. Ia benar-benar membaur dengan kehidupan orang Arab agar bisa menarik hati Faisal dan saudara-saudaranya. Lawrence mempelajari Islam, sering menghadiri majelis kajian agama, berpakaian Arab, dan mengucapkan salam (Claire Chambers, Britain Through Muslim Eyes, 2015).
Lawrence pun akhirnya terlibat dalam banyak insiden melawan Turki Ottoman yang terjadi berbagai tempat. Ia menjadi penasihat militer kepercayaan Faisal. Pengaruh Lawrence amat strategis sehingga orang-orang Arab segan dan mendengar saran-sarannya dengan penuh kepercayaan.
Dibantu persenjataan oleh Inggris dan dikawani oleh Lawrence, militer Hejaz memperoleh rentetan kemenangan atas Turki Ottoman dalam peperangan sepanjang tahun 1916-1918. Peran Lawrence tidak hanya di Makkah atau Madinah, ia juga menjadi aktor kemenangan di berbagai tempat lain, termasuk Suriah dan Mesir. Salah satunya adalah Pertempuran Damsyiq yang berhasil merebut Damaskus dari penguasaan Turki Ottoman.
Lawrence pula yang dengan cerdiknya mengusulkan agar orang Turki dibiarkan melakukan pengepungan Medinah agar militer Arab bisa merusak jalur kereta api yang menghubungkan Turki dengan Hejaz. Jalur yang dibangun untuk memudahkan, terutama, perjalanan haji dari Turki ini sangat strategis karena menjadi alat transportasi logistik tentara Turki. Begitu jalur kereta bisa dirusak dan diganggu, kekuatan Turki pun pelan-pelan merosot.
Seluruh pasukan Turki Ottoman akhirnya berhasil dipukul mundur pada 27 September 1918. Itu berarti, misi Inggris (bersama Prancis) untuk menguasai Jazirah Arab hampir pasti tercapai, berkat andil besar Lawrence, yang segera pulang ke Inggris setelah tugasnya selesai.
Sharif Hussein akhirnya berkuasa penuh di Hejaz dan tidak lagi menjadi bawahan Turki. Setelah meninggal pada 1924, ia digantikan oleh anak tertuanya, Pangeran Ali. Sedangkan Pangeran Faisal menjadi penguasa di Irak dan Suriah (dikenal dengan nama Faisal I of Iraqi) dan anaknya yang lain, Pangeran Abdullah, menjadi penguasa di Jordan (terkenal dengan nama Abdullah I of Jordan).
ARAB SAUDI MENJADI KEKUASAAN BANI SAUD YANG MERUPAKAN KETURUNAN YAHUDI
Namun kekuasaan klan tersebut mulai diganggu oleh Bani Saud yang berkuasa di Nejd. Bani Saud yang sempat berkuasa di Hejaz sejak abad-17, mengincar kekuasaan Hussein Ali di Hejaz dan, lagi-lagi, mereka mendapatkan bantuan Inggris.
Ia memulai kampanyenya dengan menaklukkan Riyadh. Pada 1926, di bawah kepemimpinan Abdul Azis, Bani Saud kembali menguasai Hejaz. Keturunan Sharif Hussein pun tersingkir dari Makkah dan Madinah.
Pada 23 September 1932, atau 90 tahun silam, Abdul Azis mendeklarasikan nama Arab Saudi sebagai nama kerajaan yang merupakan gabungan Hejaz dan Najd. Ia pun menjadi raja Arab Saudi pertama. Raja Salman yang pernah berkunjung ke Indonesia adalah raja ketujuh Arab Saudi.
Pada 1910, Thomas Edward (T.E.) Lawrence lulus dengan nilai memuaskan dari Jesus College. Ia belajar sejarah dan agama di perguruan tinggi yang dinaungi Universitas Oxford di Inggris. Tesisnya berjudul The Influence of the Crusades on European Military Architecture to the End of the 12th Century menunjukkan betapa ia menyukai topik perang salib yang mempertarungkan dua kubu utama: Kristen dan Islam.
Lawrence memang dibekali ilmu agama yang cukup kuat. Sejak kecil, ia sangat aktif dalam berbagai kegiatan religi dan kerap menjadi pengiring mazmur kudus di gereja dekat rumahnya yang kini dikenal dengan nama Gwynedd, Wales, di wilayah Britania Raya.
Siapa sangka, orang British tulen ini nantinya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Arab dari penguasaan Kesultanan Turki Ottoman. Terlepas dari bagaimana cara dan upaya yang dilakukan Lawrence, ia adalah salah satu penyebab utama pecahnya Revolusi Arab yang pada akhirnya berujung pada kemunculan kerajaan Arab Saudi.
Jangan sampai Indonesia dikuasai para pengkhianat bangsa dengan faham Islam yang sudah direkayasa oleh negara imperialis Inggris dan Amerika Serikat seperti Arab Saudi karena sekarang jaman sudah sangat maju walaupun banyak orang Rakus dan tolol menjual Kedaulatan Rakyat atas nama agama !! Dengan Isyu Khilafah lawan para pengkhianat bangsa yang jelas-jelas didepan mata kita karena mereka ingin menguasai kedaulatan rakyat Indonesia
Salam Kedaulatan Rakyat
Sumber : Status Facebook Ki Tito Gatsu.











Comment