by

Sertifikat Haram

Oleh : Alim

Kita hidup di negara dengan mayoritas penduduk muslim, mayoritas produk makanannya halal. Dari rendang sampai peyek teri, dari wedang uwuh sampai kopi klotok, dan ribuan makanan/minuman halal lainnya. Masyarakat tau itu. Jadi, barang haram di masyarakat kita itu merupakan kekhususan karena jenisnya nggak banyak.

Kalau di negara dengan mayoritas penduduk tidak masalah makan makanan haram karena bukan muslim, maka makanan halal jadi kekhususan. Saat saya mampir hidup di salah satunya, saya berpikir semua haram kecuali yang (berlabel) halal. Nah, Indonesia itu kayaknya kok pakai aturan seperti ini, semua haram kecuali..

Kembali ke paragraf pertama, maka lebih efisien melakukan sertifikasi produk haram. Semua produsen yang memproduksi makanan/minuman haram atau mengandung unsur haram harus mendaftarkan diri atau mendapat hukuman. Prinsipnya, semua makanan halal kecuali yang (berlabel) haram. Bagaimana dengan prinsip jaminan produk halal?

Ya sama saja.. toh semua produk yang ada itu halal, dijamin kehalalannya, karena yang haram sudah teridentifikasi dan tersertifikasi.Ya memang sih.. efisien itu berarti pengiritan. Pemasukan untuk sertifikasi haram pasti lebih kecil dibandingkan sertifikasi halal.

Sumber : Status Facebook Alim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed