by

Science Tak Butuh Agama Untuk Tahu Batasnya

Oleh : Pitoyo Hartono

Banyak kaum beragama yg dng sok tahunya bilang: science itu terbatas, sedangkan pengetahuan yg diberikan pada agama itu tak berbatas, tentunya tanpa menerangkan apa batas science, dan dr mana kesimpulan kalau agama tahu segala itu muncul. Cepetnya njeplak. Atau yg sangat menggelikan: “itu debatable”, tanpa menjelaskan apa yg akan didebatnya. Memang susah kalau otak biasa diirit cuma utk percaya tp sok tahunya seukuran Obelix gandengan dng Thanos.

Science memang terbatas, dan tidak perlu diberitahu kaum beragama ngetril utk tahu itu, karena mengerti batas science inherent pada science itu sendiri. Tidak seperti agama, science secara konsisten “memperbaharui” dirinya, ini termasuk mencari di mana batasnya.- Batas matematika: awal abad 20, seorang logician Kurt Godel mengguncang dunia matematika dng incompleteness theorem nya. Utk bisa mengerti teori ini butuh persiapan beberapa tahun di level universitas, dan nggak akan bisa dimengerti hanya dng membaca wikipedia.

Cepatnya dia membuktikan dengan amat sangat elegan, bahwa dalam sistem matematika yg sempurna, ada proposisi (yg berkaitan dng bilangan natural) yg benar, tapi tidak bisa dibuktikan kebenaran atau ketidakbenarannya. Ini menunjukkan bahwa sistem yg sempurna terbatas. Ini batas matematika.- batas kecepatan cahaya: muncul dari otak Einstein juga diawal abad 20. Kecepatan cahaya terbatas, sekitar 300 ribu km per detik, dan tidak ada apapun di semesta ini yg bisa melebihinya.

Misalnya, butuh sekitar 8 menit utk sinar yg terpancar dr matahari sampai di bumi. Ini berimplikasi:a) perlu waktu utk informasi utk sampai dari satu titik ke titik lain dan kecepatannya selalu lebih rendah dari kecepatan cahaya. Telepati “cespleng” itu nggak akan terjadi. b) semesta yg bisa kita amati terbatas, ini disebut observable universe. Usia semesta kita sekitar 14 milyar tahun. Sehingga informasi ttg sesuatu yg pada sekitar masa itu berada lebih jauh dari 14 milyar tahun cahaya belum sampai pada kita sekarang. Kita tidak bisa melihatnya karena cahaya dari sesuatu itu belum sampai.

Kalau ada cahaya yg sampai pada kita sekarang setelah “berlari” 14 milyar tahun, benda itu sekarang berada jauh lebih jauh dari 14 milyar tahun karena semesta ini “mekar” ke segala arah seperti balon yg ditiup. Observable universe, sekitar 45 milyar tahun cahaya, karena itu diameter observable universe sekita 90 milyar tahun cahaya. Ini batas pengetahuan kita akan semesta. Mau jengking2 bagaimanapun kita tidak punya pengetahuan akan apa yg ada di luar itu.

Dan karena tidak ada jaminan kita berada di pusat semesta, kita tidak tahu bentuk dari semesta kita.- keterbatasan akurasi dalam pengamatan fisika. Heisenberg melalui uncertainty principlenya menunjukkan dng sangat elegan bahwa ada pasangan variable fisika misalnya posisi suatu partikel dan momentumnya yg akurasi pengukurannya tidak bisa ditingkatnya semau jidat. Kalau kita ingin memprediksi posisi partikel dng sangat tepat kita harus mengorbankan akurasi momentumnya.

Cepatnya kita tidak bisa mengukur segala hal dengan akurasi yg kita mau. Ini batas pengamatan fisika.- tidak kompatibelnya mekanika quantum dan relativitas. Ini gampanya ada dua fisika yg seakan terputus antara dunia micro dan macro, dan belum ada penghubungnya. Meskipun lain dengan keterbatasan2 yg saya sebut diatas yg mendasar, tidak ada hukum dasar fisika dan matematika yg bisa menolak eksistensi “jembatan” ini.

Dan masih banyak lagi. Favorit dari kaum njeplak yg nggak ngerti apa2 tapi dengan membaca wikipedia jadi ahli mendadak: quantum entanglement, vibrasi quantum, yg pastinya mereka nggak ngerti. Kapan terakhir orang2 ini duduk di kelas fisika yg bukan abal2. Jadi science nggak butuh agama utk tahu bahwa science terbatas. Karena tahu batasnya, science tahu di mana batas operasinya. Yg perlu sekali kali sedikit berendah hati itu agama. Yg paling gampang, diamlah kalau nggak tahu, jangan menyebar kebodohan.

Sumber : Status Facebook Pitoyo Hartono

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed