by

Pemuda, Islam dan Terorisme

Oleh: Liza Novijanti
 

Bom Thamrin, pelakunya rata-rata masih muda. Sedih rasanya, padahal seharusnya, bagi mereka jalan masih panjang. Wahai pemuda di seluruh Indonesia, gunakan akal sehatmu, ketahuilah nyawamu bukanlah milikmu. Apalagi nyawa orang lain. Itu sebabnya dalam Islam, bunuh diri dan membunuh sama-sama masuk dalam katagori dosa besar dan neraka ganjarannya.

Mencabut nyawa adalah wewenang mutlak Allah, karena Allahlah yang menciptakan dan meniupkan nyawa. Makanya Allah sangat murka jika wewenangnya mencabut nyawa diambil alih manusia. Manusia hanya boleh membunuh jika untuk mempertahankan diri.

Apakah dengan melakukan teror bom, khilafah yang diperjuangkan akan berhasil atau setidaknya mendapatkan simpati? Mengapa yang timbul malah cacian, sumpah serapah, ejekan dan kutukan? Bukankah sia-sia aksi bom bunuh diri itu? Apalagi jika bukan surga dan bidadari sebagai ganjarannya tapi malah neraka jahanam imbalannya, karena dosa bunuh diri dan membunuh sekaligus akan disandang, rugi dunia akhirat

Percayalah, Islam hanya dijadikan tameng untuk mencari kekuasaan dan kekayaan para petinggi gerakan radikal baik ISIS ataupun yang lainnya. Menciptakan perang di seluruh dunia, adalah strategi para produsen dan pedagang senjata untuk memasarkan senjatanya. Wahai pemuda jangan mau kalian menjadi martir untuk dikorbankan sebagai pemicu perang agar senjata mereka laris.

Rasulullah SAW panutan umat Islam sedunia, berdakwah dengan lemah lembut, menjadi rahmatan lil ‘alamin, memberi manfaat sebanyak2 bagi umat, sehingga umatnya menjadikannya khalifah atau pemimpin. Lha para teroris itu, manfaat apa yang telah mereka berikan kepada umat, sehingga ingin mendirikan khilafah? Caranya juga dengan melakukan teror bom, memaksa dan membunuh, siapa yang mereka contoh?

Karena Rasulullah tidak mencontohkan kekerasan dan pembunuhan dalam berdakwah, Beliau mengangkat senjata hanya ketika diserang. Kalau tahlilan, nyekar ke makam, megengan, grebeg maulud dibilang bid’ah, bukankah melakukan bom bunuh diri itu adalah bid’ah yang paling nyata, karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah? 

Mari kita selalu berpikir sebelum bertindak serta jaga terus kewarasan berpikir agar tidak terpengaruh gerakan radikal.

(Sumber: Facebook Liza Novijanti)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed