Oleh : Ahmad Tsauri
Para demonstran anak-anak yang baru lepas nyusu, baru tamat SD tahun 2014, akhir jabatan Pak SBY. Mana paham akselerasi pembangunan super cepat yang dilakukan Pak Jokowi, setelah negara diurus Bapak Mangkrak Indonesia. Gak tahu mana presiden yang serius bekerja, mana yang engga. Adek-adek belum tentu beberapa dekade kemudian kita punya pemimpin yang bersih serius kerja seperti pak Jokowi.
Beliau memang tidak sempurna, tapi beliau bukan pemimpin yang ambisi dan bertangan besi, Anda semua bisa menyampaikan aspirasi dengan berdialog langsung. Elegan, terhormat dan tidak menggangu kepentingan umum.Anda boleh membantah, tapi era berganti Anda akan menyadari, sama seperti saat Bung Karno berkuasa, dicaci dihina setengah mati. Kita memang tidak terlatih untuk menghormati dan mengakui jasa tokoh bangsa yang masih hidup.
Yang penting disoroti sebentar pembangunan IKN yang akan menyedot anggaran ratusan triliun, tapi tentu pak Jokowi tidak akan membangun IKN hanya karena ” Will to Power”, kehendak untuk meninggalkan legacy, kehendak untuk menyejarah, pasti Pak Jokowi membangun karena alasan strategis Nasional dari Aspek pertahanan yang tidak bisa secara gamblang disampaikan ke publik, bukan semata-mata alasan pemerataan ekonomi seperti yang beliau kemukakan.
Demo tidak masalah yang penting agak pintar sedikit, pesertanya dibrifing sedikit, masa ada anggota demo ditanya wartawan demo buat apa jawabannnya “buat dukung Jokowi jadi kapolri”. Korlpanya kurang canggih. Bau-baunya anak didik Rocky Gerung, yang didanai Cikeas atau Cendana











Comment